“Permisi, sudah siap ibu?”
Loh kok ada laki-laki bisa masuk? Si pirang memegang pantatku, dan melumuri lubang pantatku dengan minyak yang cukup banyak. Bokep XNXX “Silahkan ibu, ada yang bisa saya bantu.”, kata resepsionis. Permisi.”
Perempuan itu meninggalkanku sendirian.Aku terkejut ketika melihat pakaian yang aku terima untuk pijat. “Ibu, silakan tengkurap.”, kata si pirang. Kami berlangganan koran, dan koran yang diantar memang dimasukkan ke kotak surat. Aku sedikit ragu untuk melanjutkan. Si rambut hitam baring di bawahku. Dan aku mengikutinya. Aku kemudian bergegas menyalakan laptop dan online. Kalau ibu berminat melanjutkan, ibu diwajibkan membayar uang muka terlebih dahulu dan sisanya bisa dicicil setiap bulan selama enam bulan masa program. Kalau ibu sudah siap, akan kami mulai.”, kata therapist yang rambutnya dipirangkan. Tidak, jari si rambut hitam telah masuk ke vaginaku, yang sebelumnya hanya suamiku yang pernah memainkannya. “Tolong, jangan disitu.”, kataku. Dalam hatiku, mungkin karena baru buka, jadi belum banyak orang yang tahu. Dan kaos ketat yang mereka kenakan, aku bisa mengetahui kalau tubuh mereka pasti bagus. Kedua susuku ia sambar dan ia hisap keduanya bergantian.