ok..”
Aku langsung saja berbaring. Desi porn “Kok tegang sih Say?” selidiknya manja. “Argghh…” ia menyeringai ketika kepala kemaluanku menyentuh bibir kemaluannya. Atas dasar itulah kejadian ini terjadi. “Nahh… aku sudah beres,” kataku setelah memakai celana itu. Memang siang itu mukaku kelihatan kusut, sayu dan acak-acakan. Tangan pacarku kemudian merabai batang kemaluanku yang sudah keras sekali. ssss… ahhh…” desahnya penuh kenikmatan. “Aah… nggak mau Say, mana muat di mulutku…” jawabnya ragu. “Eh.. Aku pun berusaha melupakannya dengan memeluk guling dan berusaha untuk tidur, tetapi hangat liang kemaluannya mencengkeram kuat pusakaku masih saja menghantui pikiranku. gitu ya,” ia kelihatannya mulai paham. ke sini, kasihan nih adikku udah menunggu lama…” aku sambil mengocok sendiri kemaluanku, habis nggak tahan sih. cep..”
“Ahhh… mmmm.. Dasarrr!”
Ia ngomel-ngomel dan berlalu, aku pun hanya tertawa cekikikan. “Cepatlahh.. Aku pun hanya gelisah dan tidak bisa tidur, karena kemaluanku tegang terus.