Aku
membuka mata aku. Ente ngga bisa keluar tanpa bayar segitu.”,
sahut sang supir, namanya Abdul. Bokep indo “Ah…mas…uh…stt…”, erang aku penuh kenikmatan seksual. Dua penis hitam menyembul dengan kerasnya. Wah wah…Aku tegang banget !“Nah, Cok. Ditambah
ada gejolak “liar” yang seakan ingin lepas dari tubuhku. CEPAT!”, bentak
dia. Aku lalu ikut pergi ma Ucok, meninggalkan temen-temen aku yang
sedang asyik berpelukan dan bercengkrama. Sedang Ayu agak kecoklatan
namun wajahnya cantik juga. Ujang mengambil uang 200rb yang tadi aku
berikan dan disetorkannya ke “sang bos”.Tanpa banyak bicara, Ucok lalu membuka pintu mobil dan menggandeng
aku turun. Kau cek itu meki. Tidak!Setelah cukup lama menikmati payudara aku, dia lalu mulai melepas
resleting celana pendek aku dan melepasnya. Dengan sayu aku diam saja lalu duduk
disebelahnya. Setelah kelojotan selama beberapa detik, dia lalu terduduk lemas. Aku dengar ketiga orang brengsek
itu sedang tertawa-tawa, penuh kemenangan. Duh, apa yang sedang terjadi? Aku kaget dan menolak. Sekarang aku sudah bugil diatas kursi mobil jahanam itu.“Wow…non sexy banget.